Ini Penyebab Kelangkaan BBM Dan Antrian Panjang Di SPBU Kabupaten Dairi

Dairi, sahabatmarhaen.com

Sejumlah SPBU di Kabupaten Dairi, dalam seminggu ini mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Akibatnya warga pemilik kendaraan bermotor beralih membeli BBM ke penjual ketengan atau eceran.

Sebelumnya kelangkaan BBM hanya jenis premium jenis pertamax dan pertalite, namun BBM jenis solar juga menyusul ikut langka.

“Sudah seminggu ini warga susah mendapatkan BBM, agar kendaraan bisa tetap berjalan terpaksa beli yang eceran/ketengan di pinggir jalan, walau harganya sedikit mahal dan takarannya juga kurang pas,”kata Marga Sinaga, pengendara sepeda motor kepada wartawan, Jumat (23/8/2019) lalu.

Terkait hal itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dairi, Rahmadsyah Munthe menjelaskan, kelangkaan dan antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Dairi, disebabkan adanya proses kalibrasi dan cleaning tangki pendam, seperi yang terjadi pada SPBU milik Marga Simamora di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang.

Serta pemasangan alat digital yang terhubung langsung ke Pertamina yang proses pengerjaanya memakan waktu 3-4 hari. Sehingga mereka tidak melayani penjualan BBM jenis Pertalite dan pertamax.

“Hal ini yang menyebabkan terjadinya antrian panjang di sejumlah SPBU lainnya, akibat tidak oprasionalnya SPBU milik Marga Simamora di jalan Ahmad Yani, Sidikalang,”kata Rahmadsyah.

Disebutkan Rahmadsyah, petugas Dinas Perindag UPT Metrologi Legal juga ikut langsung mendampingi proses kalibrasi dan cleaning tangki pendam tersebut.

“Kita juga terus berkoordinasi dengan Pertamina Cabang Siantar dan pemilik SPBU Simamora untuk mempercepat normalnya distribusi BBM pada SPBU tersebut,”ujarnya.

SPBU jalan Ahmad Yani saat dilakukan kalibrasi dan claeaning tangki pendam.

Menurutnya, pihak Dinas Perindag dan Pertamina selanjutnya sepakat untuk bersama-sama mengawasi oprasional SPBU dan menghimbau agar pihak SPBU memperioritaskan pelayanan kebutuhan BBM kepada konsumen untuk kendaraan bermotor.

Serta tidak melayani pembelian dengan jeregen kepada para pedagang eceran, kecuali untukuk kebutuhan tertentu yang diatur Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 tentang penyediaan pendistribusian harga jual eceran BBM.

“Terhadap penjualan BBM solar perlu kita sampaikan, bahwa penetapan kuota telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi No : 20/P3JBT/BPH Migas/Kom/2019,”sebut Rahmadsyah. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Tim Pegasus Polsek Medan Hevetia, Amankan Jambret Sempat Viral Di Medsos

Read Next

Ini Amanat Babinsa Koramil 02/Sidikalang Saat Jadi Pembina Upacara di SDN 030300 Pansuran

Leave a Reply

error: Content is protected !!