Aksi Penolakan Tambang PT DPM Kembali Dilakukan Masyarakat Pencinta Lingkungan Di Dairi

Aksi Penolakan tambang yang dilakukan masyarakat pencinta lingkungan.

Dairi, Sahabatmarhaen.com

Penolakan keberadaan tambang PT DPM (Dairi Prima Miniral), kembali menuai protes dari masyarakat pencinta lingkungan di Kabupaten Dairi, kalau sebelum protes dilakukan kelompok masyarakat dari For Dairi, Yayasan Petrasa, PDPK, Jatan dan Bakumsu.

Kali ini protes dilakukan kelompok masyarakat dari Organisasi perempuan Sada Roha, Setia Maju dan Forum Masyarakat Pecinta Lingkungan Hidup (Formatpetalihi) bersama puluhan masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hilir.

Kegiatan aksi dilaksanakan di Balai Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, pada Jumat (30/8/2019) berlangaung aman dan tertib.

Jalannya aksi mendapat pengawalan dari petugas kepolisian dari Polsek Bunturaja dan Polsek Parongil.

Dihadiri Kasat Intelkam Polres Dairi, AKP Misrianto, Kapolsek Buntu Raja Iptu Manusun Hutasoit, Kapolsek Parongil Iptu Maruli Tambunan, Kepala Desa Lae Haporas Marius Jahot Sinaga.

Dalam arahannya, Kasat Intelkam AKP Misrianto menyampaikan, agar aksi damai dilakukan dengan tertib dan saat pelaksanaan aksi damai tetap memperhatikan faktor keamanan.

“Kehadiran kami dari pihak keamanan bukan untuk memihak kesalah satu pihak, baik itu pihak PT DPM maupun masyarakat. Akan tetapi untuk melaksanakan keamanan, agar jalannya aksi bisa berjalan aman dan tertib,”kata Misrianto.

Sementara, koodintor aksi Dosmaida Sitohang dan Berlianan Sinaga mewakili masyarakat dalam tuntutannya mengatakan, aksi yang dilakukan, agar tuntutan mereka menolak keberadaan tambang sampai kepada tingkat kementrian yang berkompeten terhadap keberadaan tambang.

“Kami juga meminta, agar para Kepala Desa khususnya yang berada di lokasi wilayah tambang untuk menandatangani surat penolakan kehadiran PT DPM,”pinta keduanya.

Masyarakat pencinta lingkungan saat melakukan aksi meratap dan mengadu kepada alam semesta yang memberi kehidupan.

Usai melakukan orasi di balai desa, mereka melanjutkan aksi dengan mengelilingi desa dan terus menyuarakan bahaya dari kehadiran tambang jika beroperasi di wilayah Desa Lae Haporas.

Sambil membawa sepanduk dan poster bertuliskan penolakan tambang, mereka terus berjalan mengajak masyarakat yang berada di sepanjang jalan desa untuk ikut dalam gerakan penolakan keberadaan tambang.

Selanjutnya mereka berhenti dan berkumpul di perladangan masyarakat melakukan acara mangandung (Meratap) sebagai alu-alu (Mengadu) kepada alam semesta yang memberi kehidupan. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Ini Hasil Sidang Paripurna DPRD Terkait Perampingan OPD Kabupaten Dairi

Read Next

Mayat Perempuan Ditemukan Tewas Di Pinggir Jalan Kawasan Hutan Lae Pondom Dairi

Leave a Reply

error: Content is protected !!