Sebanyak 1.191 Kasus Selama Operasi PatuhToba 2019 Di Dairi

Kanit Patrolo Sat Lantas Polres Dairi, JP Karo Sekali.

DAIRI, sahabatmarhaen.com

Selama 14 hari pelaksanaan operasi patuh Toba 2019 di wilayah hukum Polres Dairi, sebanyak 1.191 kasus pelangaran dikeluakan.

Kasus pelanggaran tersebut, terdiri dari 847 surat tilang dan 344 teguran. Pelanggaran di dominasi oleh pengendara roda dua.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom melalui Kanit Patroli, Ipda JP Karo Sekali ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/9/2019).

Disebutkannya, rincian surat tilang yang dikeluarkan yakni, kendaraan roda dua sebanyak 607, angkutan kota (angkot) 78, mobil bus 86 dan mobil barang 76.

“Pelanggaran yang menonjol, yakni masih banyak pengendara yang tidak memiliki SIM dan anak dibawah umur, serta pajak kendaraan yang tidak berlaku lagi masanya,”kata Karo Sekali.

Sedangkan untuk lakalantas selama Operasi Patuh Toba 2019 sebanyak 7 kasus, yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia, luka berat 4 orang dan luka ringan 10 orang. Dengan kerugian materil Rp. 5,6 juta.

“Adapun ketujuh kasus laka terbanyak merupakan kecelakaan sepeda motor,”jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pada pelaksanaan razia di kecamatan-kecamatan, pihaknya menemukan mobil angkutan yang masih menaikan penumpang anak sekolah diatas atap/kap yang beresiko terjadinya kecelakaan.

“Selain dilakukan tilang, kita juga memberikan teguran kepada para supir agar tidak lagi menaikan penumpang diatas atap kendaraan,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait jumlah pelanggaran Operasi Patuh Toba 2019 dengan operasi tahun sebelumnya, ia mengatakan, ada penurunan walaupun tidak signifikan.

“Tahun sebelumnya jumlah pelanggaran mencapai seribuan, jadi kalau dibanding tahun ini yang jumlahnya 847 berarti ada penurunan,”ungkapnya.

Dengan berakhirnya Operasi Patuh Toba 2019 ini, dihimbau kepada para pengendara, agar perlengkapan-perlengkapan kendaraan itu segera dilengkapi.

“Bagi yang belum memiliki SIM segera di urus, begitu juga bagi yang belum membayar pajak kendaraan atau STNK segera dibayarkan,”harapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, jangan hanya pada saat Operasi Patuh Toba saja mematuhi peraturan lalu lintas. Tapi setelahnya melanggar lagi.

“Mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalulintas demi keselamatan para pengendara itu sendiri. Jadi apa susahnya memakai helem dan sabuk pengaman saat berkendara,”terangnya.

Ditambahkannya, bagi kendaraan yang terjaring operasi yang sama sekali tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan alias bodong, langsung diamankan dan tidak akan dikeluarkan. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Bupati Dairi Bersama Kepada BPN Serahkan Sertifikat PTSL Kepada Masyarakat

Read Next

Camat Sidikalang : Penjaringan BPD Lebih Mengedepankan Musyawara Dan Mufakat

Leave a Reply

error: Content is protected !!