Bupati Dairi Serahkan Rancangan KUA Dan PPAS APBD Tahun 2020 Ke DPRD Dairi

Bupati Dairi saat menyerahkan nota pengantar KUA-PPAS APBD 2020.

Dairi, sahabatmarhaen.com

Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu serahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2020 kepada DPRD Dairi.

Penyerahan dilaksanak pada sidang paripurna pembukaan masa sidang ke III DPRD yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) jalan Rumah Sakit Umum, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (20/9/2019).

Pembukaan sidang dipimpin, Wakil Ketua DPRD Dairi Togar Pasaribu didampingi Benpa Hisar Nababan dihadiri, Assisten I Ramlan Sihotang, Assisten II Eddy Banurea, anggota DPRD Dairi, Perwakilan Kodim 026/Dairi Kapten Kav Warsimin dan jajaran SKPD.

Dalam kesempatan itu Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, bahwa rancangan KUA-PPAS APBD Tahun 2020, merupakan salah satu dokumen perencanaan pembangunan yang disusun dalam rangka proses perencanaan 2020.

Rancangan  KUA-PPAS berpedoman pada peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan peraturan dalam negeri nomor 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas peraturan mentri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

“Pada pasal 83 ayat (1) disebutkan bahwa Kepala Daerah menyusun rancangan KUA dan PPAS berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta peraturan mentri dalam negeri nomor 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggran 2020,”kata Eddy.

Dijelaskan Eddy, secara umum rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2020 diuraikan sebagai berikut, untuk pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 1.413.471.742.00,00.

Sidang paripurna yang dilaksanakan di GOR jalan Rumah sakit Umum, Sidikalang.

Target tersebut terdiri dari, PAD sebesar Rp. 86.927.335.000,00 dengan rincian Pajak daerah sebesar Rp. 17.706.000.000,00, Retribusi daerah Rp. 4.392.335.000,00, Hasil pengeloaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp. 12.500.000.00,00 dan PAD yang sah sebesar Rp. 52.329.000.000,00.

“Untuk dana perimbangan sebesar Rp. 1.087.542.845.000,00 dengan rincian dana bagi hasil pajak/bagi hasil pajak sebesar Rp. 18.699.177.000,00, DAURp. 630.625.580,00, DAK Rp. 438.218.088.000,00,”sebutnya.

Menurut Eddy, pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 239.001.562.000,00 dengan rincian, Hibah sebesar Rp. 47.876.200.000,00, Dana bagi hasil pajak dari Provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp. 41.562.660.000,00, Dana alokasi desa Rp. 127.172.564.000,00, Dana intensive daerah Rp. 22.390.138.000,00

Sedangkan untuk belanja daerah, sebesar Rp. 1.450.471.742.000,00 dengan rincian, Belanja tidak langsung Rp. 707.054.049.000,00 terdiri, belanja pegawai Rp. 501.132.409.000,00, Belanja hibah Rp. 5.061.600.000,00, Belanja bantuan sosial Rp. 835.000.000,00, Belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp. 1.020.000.000,00, Belanja bantuan keuangan  kepada pemerintah desa Rp. 193.005.040.000,00, Belanja tak terduga Rp. 6.000.000.000,00

“Untuk belanja langsung sebesar Rp. 743.417.693.000,00,”ujar Eddy.

Sementara pembiayaan daerah, untuk penerimaan pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran Rp. 40.000.000.000,00, Pengeluaran pembiayaan daerah Rp. 3.000.000.000,00 padapenyertaan modal (investasi) daerah pada RT. Banak Sumut

Pembiayaan Netto, yaitu selisih anatara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 37.000.000.000,00.

“Demikian nota pengantar Bupati Dairi atas rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2020 ini kami sampaikan, kiranya dapat kita bahas bersama,”pungkas Eddy. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Bibit Jagung Komposit Marhaen Solusi Atasi Kesulitan Petani

Read Next

Simpan Ganja Di Sepeda Motor, Warga Tigalingga Ketangkap Di Sidikalang

Leave a Reply

error: Content is protected !!