Polres Dairi Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sadis Seorang Wartawan

Korban tewas saat dihantam batu pada bagian kepala.

Dairi, sahabatmarhaen.com

Polres Dairi, Kamis (25/9/2019) jam 10.00 WIB menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang menewaskan seorang wartawan media online, Dahlan Purba alias Pestol (45). Rekontruksi dilaksanakan di halaman Mapolres Dairi dengan menghadirkan lima orang tersangka, satu diantaranya seorang perempuan.

Sedangkan untuk tersangka, Ranto Saragih hingga saat ini masih DPO, sehingga untuk rekontruksi yang dilakukan digunakan peran penganti dari personil Polres Dairi.

Adapun kelima tersangka, yakni Roy Wiranata Aritonang (31), Nico Chandra Naibaho (22), Raden Benardo Saragi (23), Herin Fernando Sihotang (30), dan Medhy Lestarari Aritonang (23).

“Rekontruksi yang dilakukan sebanyak 29 adegan tersebut dibagi menjadi dua, dimulai dari lokasi pertama terjadinya keributan dikedai tuak hingga lokasi yang menyebabkan tewasnya korban di depan rumah orang tuanya,”terang Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui KBO Sat Reskrim, Iptu HP Purba.

Disebutkan HP Purba, rekontruksi yang dilakukan bertujuan untuk memperjelas peran para tersangka masing-masing saat melakukan tindak pidana dimaksud. Adegan ini diperagakan secara langsung dalam gerakan nyata, agar saat proses persidangan digelar di pengadilan nantinya para tersangka tidak berkelit lagi dengan apa peran yang dilakukannya masing-masing.

“Dari lima orang tersangka ini sudah dilakukan peradegannya dan dari rekontruksi itu kita analisa, sudah sesuai keterangan tersangka dari hasil pemeriksaan yang dilakukan,”kata HP Purba.

para tersangka secara membabi buta memukuli korban.

Lanjut HP Purba, untuk tersangka yang DPO  masih didalami keberadaannya untuk segera dilakukan penangkapan.

“Jadi dalam rekontruksi untuk tersangka yang DPO kita gunakan peran pengganti, tetapi apa yang diperagakan oleh peran pengganti adalah hasil keterangan kelima tersangka dan bukan rekayasa,”ucap HP Purba

Ditambahkan HP Purba, atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 338 Subs 170 (2) Ke 3e dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pantauan wartawan, dari adegan peradegan yang diperagakan para tersangka, pada adegan ke 27 diketahui bahwa  penyebab tewasnya korban akibat hantaman batu padas berukuran besar kearah kepala korban yang dilakukan tersangka Ranto Saragih.

Perlu diketahui, terjadinya pengeroyokan yang menewaskan seorang wartawan online tersebut terjadi di Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi pada, Minggu (8/9/2019) lalu. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

0,33 Gram Sabu, Antarkan  Warga Tigalingga Ke Jeruji Besi

Read Next

Sidak ke Gudang Pupuk,  Bupati Dairi Temukan Pupuk Subsidi Menumpuk

Leave a Reply

error: Content is protected !!