Sidak ke Gudang Pupuk,  Bupati Dairi Temukan Pupuk Subsidi Menumpuk

Bupati Dairi saat melakukan sidak ke gudang pupuk.

Dairi, sahabatmarhaen.com

Menindaklanjuti kelangkaan pupuk bersubsidi yang dikeluhkan para petani dalam tiga bulan terakhir ini, Bupati Dairi DR Eddy Keleng Ate Berutu lakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah gudang pupuk milik produsen yang ada di Kecamatan Sidikalang, Kamis (26/9/2019).

Dalam Sidak tersebut, ada empat gudang pupuk yang disambangi Bupati, diantaranya, tiga gudang PT Petrokimia Gresik, produsen pupuk, yang masing-masing berlokasi di Jalan Pahlawan, Jalan Runding, dan Jalan Pakpak, serta satu gudang PD Martadiguna, distributor pupuk, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja.

Ketika Sidak yang dilakukan di tiga gudang PT Petrokimia Gresik, Bupati kaget dan heran, karena melihat banyaknya stok pupuk bersubsidi berkarung-karung berukuran 50 kg menumpuk menjulang tinggi dalam gudang.

Dimana saat ditanya Bupati, menurut Kepala Gudang PT Petrokimia Gresik di Jalan Pahlawan, bernama Herry Sibarani, stok pupuk yang ada di gudang mereka memang jatah untuk Kabupaten Dairi.

“Ini pupuk cadangan dan tidak bisa dilepas ke distributor, karena kuota mereka sudah habis. Kalau belum ada perintah, kami tidak bisa mengeluarkannya,”kata Heri kepada Bupati.

Diantara tumpukan pupuk itu, Bupati juga menemukan sejumlah pupuk subsidi yang mulai mengeras seperti batu, dikarenakan sudah terlalu lama mengendap dan menumpuk di dalam gudang.

“Pupuk nya sudah mengeras seperti semen, ini karena sudah terlalu lama menumpuk dan sudah habis masa untuk pemakaiannya,”sebut Eddy saat sidak di gudang kedua, Jalan Runding.

Menurut Eddy, dirinya turun langsung ke gudang karena ingin memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, karena saat ini para petani mengeluh dengan tidak adanya pupuk subsidi dipasaran.

“Saya mendapat informasi bahwa seluruh distributor pupuk di Dairi telah kehabisan kuota,”terangnya.

Untuk hal ini, Pemkab Dairi akan membentuk tim untuk menelusuri dan sekaligus mengupayakan bagaimana cara agar pupuk-pupuk subsidi yang berada di gudang milik produsen ini tersalurkan.

“Disamping itu kita berharap pengusulan penambahan alokasi pupuk bersubsidi segera terkabul,”pungkasnya.

Tumpukan pupuk bersubsidi ditemukan di gudang pupuk yang berada di Kecamatan Sidikalang.

Sementara, Sekda Dairi Sebastianus Tinambunan menjelaskan, dari sidak yang dilakukan,  gudang pertama di Jalan Pahlawan ditemukan dan menyimpan stok pupuk bersubsidi jenis ZA sebanyak 113,8 ton, SP-36 sebanyak 375,7 ton, Phonska 198,4 ton, dan Organik 46,4 ton.

“Selain pupuk bersubsidi, ada pula pupuk nonsubsidi, yakni Phonska Plus sebanyak 129,7 ton,”ujar Sebastianus.

Lanjutnya, pada gudang kedua di Jalan Runding, tersimpan stok pupuk jenis ZA sebanyak 93 ton, SP-36 sebanyak 228,3 ton, Phonska 192,6 ton, dan Organik 60,12 ton.

Sementara, pada gudang ketiga di Jalan Pakpak, tersimpan hanya satu jenis pupuk, yaitu Urea. Untuk yang subsidi, terdapat sebanyak 950 ton, sedangkan untuk nonsubsidi sebanyak 30,3 ton.

Hasil temuan membuktikan kalau pupuk subsidi di Dairi sebenarnya tidak langkah. Pupuk bersubsidi diproduksi dan dikirim ke Dairi sesuai kebutuhan petani sebagaimana diajukan dalam RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani)

“Jadi, ini kita mau mengecek, masalah ada di mana sebetulnya. Di gudang produsen kah? Di distributor kah? Atau, malah di pengecer?,”sebut Sebastianus.

Pada sidak tersebut, selain Sekda Sebastianus Tinambunan, Bupati Dairi juga didampingi asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eddy Banurea, Kadis Pertanian Herlina Tobing, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Rahmadsyah Munthe, Kasatpol PP, Lamatur Sitanggang, dan sejumlah pegawai ASN Bagian Perekonomian, serta anggota DPRD Dairi. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Polres Dairi Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sadis Seorang Wartawan

Read Next

Bupati : Pemkab Dairi Berkomitmen Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Leave a Reply

error: Content is protected !!