Dimarahi Orang Tuanya, Siswi SMK Ini Milih Lompat Ke Sungai

foto yang diambil korban sebelum melompat ke dalam sungai.

Dairi, sahabatmarhaen.com

Hanya takut dimarahi orang tuanya, karena satu malam tidak pulang kerumah, siswi SMK Kelas X ini diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat ke dalam sungai Lae Renun Rambah Serit, Desa Lau Sereme, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, Korban bernama, Ribka br Berutu (17) warga Desa Kendit Liang, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi akhirnya ditemukan tewas mengapung di sungai Lae Renun Desa Mangan Molih, Kecamatan Tanah Pinem atau sekitar 25 KM dari lokasi kejadain.

Peristiwa yang sempat mengemparkan warga tersebut terjadi pada, Minggu (30/9/2019) sore jam 16.00 WIB di lokasi jembatan Desa Lau Sereme, Kecamatan Tigalingga.

Dimana menurut keterangan warga yang sedang mandi dan mencuci di sungai, korban yang masih gadis remaja itu sebelumnya datang sendirian mengendarai sepeda motor dan berhenti di jembatan.

Kemudian korban terlihat berfoto-foto selfie menggunakan handphone miliknya dipinggir jembatan dan kemudian berdiri dibebatuan tangga jalan menuju ke sungai. Karena lokasinya sangat berbahaya, warga pun sempat menegur dan melarangnya.

Mayat korban saat dievakuasi oleh tim Basarnas

Namun tidak lama kemudian warga melihat korban melompat/terjun ke dalam sungai dan kemudian hilang terbawa derasnya arus air sungai.

Oleh warga kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tigalingga dan selanjutnya Pawas Aiptu TM Ginting dan personil lainnya menuju TKP. Memang benar dari lokasi jembatan tempat korban melompat ke sungai ditemukan satu unit sepeda motor dan handphone milik korban.

Selanjutnya keluarga korban dibantu Kepala Desa lau Sereme, anggota Babinsa 04/Tigalingga dan Polsek Tigalingga serta masyarakat sekitar melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diketahui melompat. Akan tetapi hingga malam korban juga tidak ditemukan.

Karena dua hari korban tidak juga ditemukan, selanjutnya keluarga korban meminta bantuan tim Basarnas Kota Medan. Malam itu juga tim Basarnas tiba dan esok paginya turun ke lokasi membantu melakukan pencarian

“Selasa (1/10/2019) jam 07.30 mayat korban berhasil ditemukan mengapung di aliran sungai Lae Renun yang berada di Desa Mangan Moli, Kecamatan Tanah Pinem oleh pihak keluarga korban dan masyarakat yang berjaga-jaga sejak kejadian itu,”kata anggota Babinsa 04/Tigalingga, Sertu Jonni Berutu yang ikut melakukan pencarian korban.

foto sungai yang terdapat di HP korban sebelum melompat ke sungai.

Dijelaskan Jonni, korban nekat bunuh diri melompat ke sungai menurut keterangan dari keluarganya, sejak Sabtu malam dia tidak pulang ke rumah, lalu orang tuanya menelpon dan memarahinya.

“Mungkin karena takut, hingga korban nekat bunuh diri dengan melompat ke sungai,”terangnya. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Buka Pesta Budaya Njuah-Njuah, Sekda Provsu : Budaya Harus Dilestarikan Agar Tidak Punah

Read Next

Danrem 023/KS : TMMD Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dan Percepatan Pembangunan

Leave a Reply

error: Content is protected !!