Cuaca Ekstrim Rusak Tanaman Petani Di Desa Sipoltong

Tanaman coklat milik Rudolf Hutauruk yang rusak.

Dairi, sahabatmarhaen.com

Cuaca ekstrim disertai angin kencang dan hujan es dalam beberapa minggu ini telah merusakan tanaman pertanian warga, seperti yang terjadi Desa Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

Walaupun tidak sampai merusak pemukiman warga, namun akibat kejadian itu para petani yang tanamannya mengalami kerusakan merugi dan terancam gagal panen.

Poltak Samosir (60) warga setempat ketika ditemui wartawan mengaku tanaman durian,  coklat dan pisang banyak yang rusak akibat dampak cuaca ekstrim tersebut.

“Angin kencang telah menumbangkan pohon coklat dan pisang yang yang sedang berbuah. Sedangkan hujan es membuat buah durian yang masih kecil berguguran dan buah coklat membusuk,”kata Poltak ditemui di ladangnya, Selasa (15/10/2019).

Diceritakan Poltak, peristiwa angin kencang dan hujan es tersebut terjadi pada Jumat (11/10/2019) sore jam 16.00 WIB. Dimana saat itu tiba-tiba langit gelap dan angin kencang desertai hujan gerimis turun.

Karena merasa takut ia dan petani lainnya bergegas pulang kerumahnya. Sesampai di rumah angin kencang disertai hujan yang sangat deras pun turun, membuat warga takut keluar rumah.

“Esok paginya saat keladang saya melihat banyak pohon, durian, coklat pisang dan pinang milik warga bertumbangan. Begitu juga pohon coklat, durian dan pisang diladang saya,”ungkap Poltak.

Pohon durian yang tumbang akibat cuaca ekstrim.

Hal senada juga disampaikan, Rudolf Hutauruk (40) saat ditemui di ladangnya. Menurutnya,  pohon duku, cokelat, durian dan tanaman jagungnya. Serta padi darat yang ditanamnya juga mengalami kerusakan karena tertimpa pohon yang tumbang.

“Banyaknya pohon durian yang tumbang membuat hasil panen durian akan berkurang dan menurun dratis tahun ini. Begitu juga dengan buah coklat dan duku,”ungkap Rudolf .

Keduanya berharap perhatian dari pemerintah, baik itu Pemkab Dairi maupun Kecamatan agar para petani bisa bangkit kembali atas kejadian tersebut.

“Sampai hari ini kami belum melihat adanya perhatian pemerintah terhadap para petani yang tanamannya rusak akibat cuaca ekstrim ini. Udah pupuk subsidi tidak ada, ditambah lagi kejadian ini. Sudah cukuplah penderitaan masyarakat petani di Kabupaten Dairi,”ucap keduanya. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Plh Ketua PN Sidikalang, Pimpin Sumpah Janji 35 Anggota DPRD Dairi Periode 2019-2024

Read Next

DR Eddy Keleng Ate Berutu Berharap BNN Bisa Terbentuk Di Kabupaten Dairi

Leave a Reply

error: Content is protected !!