Saluran irigasi Jebol, Petani Di Desa Belang Malum Tidak Bisa Tanam Padi

Saluran irigasi yang jebol di Desa Belang Malum.

DAIRI, sahabatmarhaen.com

Petani di Desa Belang Malum, Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi terancam tidak bisa menanam padi, pasalnya saluran irigasi yang mengairi persawaan di desa itu jebol akibat dihantam curah hujan yang tinggi.

Selain merusak saluran irigasi, sejumlah warga pemilik kolam ikan yang berada di lembah  Lae Sisira juga mengalami kerugian, karena air dari saluran irigasi yang jebol membanjiri kolam. Sehingga ikan yang berada di dalam kolam hanyut terbawa air.

Kepala Desa Belang Malum, Sehat Hutauruk saat ditemui wartawan mengatakan, saluran irigasi yang jebol terjadi semingu yang lalu, akibat curah hujan yang tinggi.

“Waktu itu hampir setiap hari hujan deras turun, membuat debit air meningkat. Mungkin karena tidak mampu menampung debit air yang besar saluran irigasi jebol di beberapa titik,”kata Sehat, Kamis (12/12/2019).

Diungkapkan Sehat, jika tidak segera diperbaiki musim tanam padi kedua tahun ini bisa gagal, karena tidak ada air untuk mengairi sawah. Dampaknya juga ke persawahan desa lainnya.

“Kalau tidak segera diperbaiki, ini bisa berdampak kedesa seberang, seperti persawahan yang ada di kelurahan Huta Gambir,”sebut Sehat.

Para petani saat bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang jebol.

Menurut Sehat, masyarakat bersama Babinsa dan Babinkamtibmas telah melakukan gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang jebol. Namun karena curah hujan masih tinggi, saluran irigasi jebol lagi.

“Saluran irigasai yang atas baru selesai dibagusin, beberapa hari kemudian jebol lagi saluran yang dibawahnya,”ujarnya.

Sambung Sehat, Pemerintah Desa Belang Malum sudah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi dan instansi terkait, agar kejadian ini segera ditanggapai dan secepatnya dilakukan perbaikan.

“Kita sudah menyurati ke DPRD, Dinas Pertanian dan BPBD, mudah-mudahan bisa cepat ditanggapi dan dilakukan perbaikan,”terangnya.

Sementara, Juanton Angkat, salah satu pemilik kolam ikan menyampaikan, akibatnya jebolnya saluran irigasi tersebut, dia mengalami kerugian mencapai 20 juta rupiah.

“Sudah habis ikan ku semua dari kolam yang ada di tiga petak, padahal baru bulan 5 kemarin masuk ikan. Udah kita rencanakan Natal ini mau dipanen, sambil manggang-manggang ikan sama teman-teman,”ujar Guru di SMP N 1 Sidikalang ini.

Disebutkannya, ikan yang dipeliharanya, jenis ikan nila dan ikan mas sudah berumur 6 bulan lebih. Mungkin belum rejeki, karena warga pemilik kolam yang berada di lembah Lae Sisira juga mengalami hal serupa.

“Kalau belum rejeki, apa mau kita bilang, karena bukan kita aja yang mengalami kerugian”ungkapnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Sidikalang, Bripka Siswo Adi Sentosa dan Babinsa Koramil 02/Sidikalang Serda MA Sinaga mengajak masyarakat lebih peduli menjaga dan merawat saluran irigasi yang ada di persawahan.

“Kita mengajak masyarakat petani di Desa Belang Malum untuk sama-sama merawat saluran irigasi, karena ini untuk kepentingan bersama,”ucap keduanya. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Kabit Peternakan : Jumlah Ternak Babi Mati Di Dairi Terus Meningkat

Read Next

Tumpukan Material Proyek Di Badan Jalan, Ancam Keselamatan Warga

Leave a Reply

error: Content is protected !!