Ikan Jurung Mati di Sungai Lau Renun Kecamatan Tanah Pinem Disebabkan Air Berlumpur

Rausan ekor ikan mati di sungai Lau Renun.

Sahabatmarhaen.com-Dairi

Matinya ratusan ekor ikan jurung atau yang dikenal dengan ihan batak di sungai Lau Renun beberapa hari yang lalu. Membuat masyarakat di desa Mangan Molih, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi tanda tanya.

Fenomena alam seperti ini menurut masyarakat baru kali ini terjadi, pun begitu masyarakat tidak takut mengkonsumsi ikan tersebut. Mereka mengangap ikan mati bukan karena diracun atau tercemar limbah.

Terkait hal itu, Pemerintah Kecamatan Tanah Pinem dan Bidang Ketahanan Pangan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi turun langsung ke lapangan pada, Minggu (12/4/2020) setelah mendapatkan arahan langsung dari Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu.

Camat Tanah Pinem Sion Sembiring mengatakan, setelah mendapatkan informasi tentang kejadian itu, dirinya bersama Bidang Ketahanan pangan turun langsung ke lokasi sungai Lau Renun tempat ditemukannya ratusan ekor Ikan Jurung yang mati. Kemudian mengambil sampel air guna pemeriksaan lebih lanjut oleh Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabuapten Dairi.

Plt Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan  Kabupaten Dairi.  Bintoha Angkat menyampaikan, dari hasil pemeriksaan sampel air yang dilakukan. Penyebab matinya ratusan ekor ikan di sungai Lau Renun disebabkan adanya erosi lahan di sekitar alur sungai Lae Renun, karena tingginya curah hujan.

“Air sungai yang berlumpur dan keruh membuat ikan-ikan kekurangan oksigen dan akhirnya mati. Dari pemeriksaan terhadap beberapa ikan yang mati ditemukan tumpukan lumpur di bagian insang ikan jurung,” kata Bintoha kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Disebutkan Bintoha, upaya lanjutan yang akan dilakukan, pihaknya telah koordinasi dengan pihak Dinas  Lingkungan Hidup untuk meneliti sampel air sungai tempat ditemukannya ikan-ikan jurung yang mati.

“Hasil pantauan yang kami lakukan, hingga saat ini  masyarkat desa yang telah sempat mengkonsumsi ikan jurung sejauh ini tidak terdapat masalah. Air sungai Lau Renun kini sudah normal, dan ikan yang mati tidak ditemukan lagi,” sebutnya.

Reporter : Junitha Sihombing

Editor : Fajar Gunawan

Sahabat Marhaen

Read Previous

Satlantas Polres Madina Santuni Anak Yatim Piatu Yayasan Darul Istiqomah Hidayatullah

Read Next

Dekranasda Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal Untuk Penuhi Kebutuhan Masker dan APD di Dairi

error: Content is protected !!