Dekranasda Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal Untuk Penuhi Kebutuhan Masker dan APD di Dairi

Ketua Dekranasda Dairi bersama Bupati dan Forkompinda meninjau lokasi penjahit masker dan APD.

Sahabatmarhaen.com-Dairi

Memenuhi kebutuhan masker dan Alat Pelindung Diri (ADP) yang langkah akibat wabah pandemi Virus Corona (Covid-19). Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi pun melakukan gerak cepat.

Dekranasda langsung mencari solusi dengan menggerakkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) para penjahit lokal dibawa binaan Dekranasda yang berada di beberapa Kecamatan di Dairi untuk terlibat dalam pembuatan masker dan APD.

Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan, saat ini para penjahit di bawah binaanya telah memproduksi ribuan masker guna memenuhi kebutuhan warga Dairi.

Serta membuat sejumlah APD untuk keperluan khusus bagi para tenaga medis yang bertugas penanganan Covid-19. Beberapa hasil produksi masker yang digalang dari para penjahit yang melibatkan para penjahit di Kecamatan Sidikalang dan kecamatan lainnya.

“Masker yang diproduksi kita sumbangkan dan bagikan kepada masyarakat di 15 kecamatan di Kabuapten Dairi, seperti pembagian masker yang kita lakukan di Pasar Sumbul saat dan pusat pasar kota Sidikalang. Dalam waktu dekat juga akan kita lakukan di kecamatan lainnya,” kata Romy, Kamis (16/4/2020).

Disebutkan Romy, untuk memastikan pengerjaan masker terus berjalan, dirinya bersama Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Syahrul Juaksha Subuki SH MM dan Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Dairi Rahmatsyah Munthe telah melakukan peninjauan di salah satu sentra produksi masker binaanya, yakni di Rumah Mode Tabitha yang berlokasi di Kecamatan Sidikalang beberapa waktu lalu.

“Produksi pembuatan masker terus berjalan karena kebutuhan masker untuk masyarakat kita sangat banyak. Para penjahit binaan kita juga mendapatkan banyak pesanan dari luar daerah, seperti kota Medan,” ujar Romy.

Apalagi ketersediaan masker saat ini sulit didapatkan, termasuk kebutuhan  APD bagi para medis yang harus terpenuhi. Terlebih penggunaannya hanya bisa digunakan sekali saja dan tidak bisa digunakan kembali.

Romy menyampaikan,  para penjahit di bawah binaan Dekranasda saat ini terus bekerja untuk membantu pemenuhan masker. Ini salah satu upaya yang terus dilakukan oleh Dekranasda guna mengatasi persoalan akan sulitnya mendapatkan masker dan APD yang hampir terjadi di setiap kabupaten/ kota yang ada di berbagai wilayah tanah air.

Reporter : Junitha Sihombing

Editor : Fajar Gunawan

Sahabat Marhaen

Read Previous

Ikan Jurung Mati di Sungai Lau Renun Kecamatan Tanah Pinem Disebabkan Air Berlumpur

Read Next

Bupati Dairi : Menghadapi Covid-19 Tak Perlu Panik, Namun Tetap Diwaspadai Penyebarannya

error: Content is protected !!