Kadis Kominfo Dairi, Tidak Benar Ada Pelecehan dan Penghinaan Petugas Medis di RSUD Sidikalang

Kadis Kominfo Dairi memberikan keterangan pers.

Sahabatmarhaen.com-Dairi

Pemberitaan beberapa media online yang berasumsi adanya pelecehan dan penghinaan kepada petugas medis di RSUD Sidikalang. Membuat keresahan dan kepanikan di masyarakat, terutama petugas medis di RSUD Sidikalang yang terus mengemban tugas pelayanan kesehatan dan kemanusiaan di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Kadis Kominfo Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe menyampaikan, pihaknya sudah mengkonfirmasi langsung terkait isu yang beredar tersebut kepada Kepala Tata Usaha RSUD Sidikalang, Luber Sianturus yang melihat dan menyaksikan langsung  kejadian itu’

“Luber Sianturi yang menyaksikan kejadian saat itu menyampaikan. tidak ada bentuk pelecehan atupun penghinaan sebagaimana yang diasumsikan dalam pemberitaan beberapa media online,” kata Rahmatsyah, Jumat (17/4/2020).

Rahmatsyah menjelaskan, adanya keributan bermula saat beberapa dokter dan perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang  mendatangi Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sidikalang pada, 6 April 2020 lalu untuk meminta Alat Pelindung Diri (APD).

Kemudian Plt Direktur RSUD Sidikalang berinisiatif datang untuk menemui para dokter dan perawat di ruang IGD, hingga saat itu disepakatilah dilaksanakan rapat bersama.

Pada rapat itulah, dr Erna Marpaung terus mendesak dan meminta APD harus lengkap dan sesuai standart. Oleh Plt Direktur RSUD langsung memberikan jawaban bahwa kebutuhan APD kepada para dokter atau medis akan dilengkapi.

Pihak management juga berusaha akan meminta APD dari Gugus Tugas Penaganan Covid-19  Kabupaten Dairi dan dari seluruh lembaga-lembaga yang bersedia membantu. Karena kondisi saat itu permasalahan APD di Dairi sangat terbatas dan hampir dialami oleh setiap daerah secara nasional.

Namun, di dalam rapat itu dr Erna Marpaung tetap ngotot meminta dan mendesak, agar APD harus dilengkapi dan seluruh staff IGD harus menjalani rapit test Covid-19.

Hal itu menurut Rahmatsyah, memicu kemarahan dari Plt Direktur RSUD yang kemudian berbicara tentang keyakinan dan kepercayaan untuk masuk surga berdasarkan kekristenan. Dan jangan membuat kericuhan ditengah penanganan Covid-19 terkait dengan keterbatasan APD.

Dari keterangan itu Rahmatsyah menyampaikan, tidak benar ada pelecehan dan penghinaan kepada petugas medis di RSUD Sidikalang. Plt Direktur RSUD saat itu hanya bertanya kepada seorang petugas medis, apakah petugas itu yakin masuk ke surga dan petugas ersebut menjawab pasti masuk surga,

“Saat itu plt RSUD Sidikalang mengatakan, bahwa secara keimanan kekristenan seseorang menuju surga harus melalui kematian sebagai pintu dan jalan menuju surga,”sebut Rahmatsyah.

Lebih lanjut Rahmatsyah menyampaikan, menanggapi desakan petugas medis atas kelengkpan APD. Plt Direktur RSUD Sidikalang telah menyiapkan atau mendistribusikan APD di IGD walaupun tidak seluruhnya dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dan protocol covid-19.

“Dimana dalam protokol Covid-19 sudah diatur standar penggunaan APD oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Yang menjadi pedoman penggunaan APD berdasarkan pada tiga tingkat perlindungan, berdasarkan Surat Rekomendasi yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” terang Rahmatsyah.

Sementara, terkai mutasi terhadap dr Erna Marpaung yang dilkukan Pemkab Dairi. Rahmatsyah Munthe menyebutkan, mutasi yang dilakukan oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dairi, berdasarkan Keputusan Bupati Dairi Nomor 210/821/III/2020 tanggal 30 Maret 2020.

Tentang Pengangkatan kembali dalam Jabatan Fungsional Dokter yang ditetapkan di Sidikalang pada tanggal 30 Maret 2020 adalah sebuah keputusan yang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bahwa dokter dapat dimutasi dari RSUD Sidikalang ke Puskesmas dengan alasan bahwa Puskesmas adalah unit pelayanan sarana kesehatan. Dr Erna Marpaung yang dimutasi ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Sumbul adalah untuk mengisi tenaga dokter yang kurang.

“Dimana UPT Puskesmas Sumbul membutuhkan tenaga dokter sebanyak tiga orang, sedangkan saat ini yang tersedia masih dua orang. Maka mutasi dr. Erna Marpaung dari RSUD Sidikalang ke UPT Puskesmas Sumbul sesuai kebutuhan organisasi dan telah sesuai dengan ketentuan,” jelas Rahmatsyah

Reporter  : Junitha Sihombing

Editor : Fajar Gunawan

Sahabat Marhaen

Read Previous

Satlantas Polres Madinal, Mengikuti Giat Video Conference dari Korlantas Polri

Read Next

Pemkab Dairi dan DPRD Berupaya Secepatnya Merumuskan Mekanisme Bantuan Untuk Masyarakat Dampak Covid-19

error: Content is protected !!