DPD JPKP Desak Pemkab Dairi Menindak Agen Nakal Gas LPG 3 Kg

Sekda JPKP Dairi, Robinson Simbolon usai memberi keterangan kepada wartawan.

Sahabatmarhaen.com-Sidikalang

 

DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Dairi mendesak Pemkab Dairi untuk menindak agen nakal penyalur gas LPG 3 kg. Pasalnya salah satu penyebab tingginya harga gas bersubsidi LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Dairi adalah ulah agen nakal.

Hal itu disampaikan Sekda DPD JPKP Dairi, Robinson Simbolon kepada wartawan, Kamis (28/5/2020). Disebutkannya,  salah satu agen LPG 3 Kg yang tergolong nakal itu, yakni Agen PT. MKG yang nyata-nyata telah mengelabui masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Dalam menjankan usahanya PT. MKG bertindak sesuka hati dengan menabrak sejumlah aturan baik aturan Pemerintah, maupun aturan yang dibuat oleh pihak pertamina,” kata Robinson usai melakukan pendampingan terhadap salah seorang warga miskin yang menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Kamis (28/5/2020).

Salah satu aturan yang dilanggar, yakni dengan menaikkan harga tebus pangkalan binaanya dengan berbagai alasan, termasuk menghentikan pasokan gas LPG 3 kg ke sejumlah pangkalan binaanya tanpa melakukan pemeberitahuan resmi.

“Selain itu PT. MKG membuka sejumlah pangkalan baru di satu kecamatan tanpa ada rekomendasi dari Pemerintah Daerah,” sebut Robinson.

Menurut Robinson, tingginya harga LPG 3 kg tersebut sudah hampir satu tahun berlangsung, namun hingga kini Pemerintah Kabupaten Dairi terkesan diam dan tak peduli. Membuat Robinson merasa sangat kesal, baik terhadap Pemerintah Kabupaten Dairi, maupun terhadap PT.Pertamina (persero) Region I Medan.

Sekda JPKP yang sejak lama selalu memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin itu mengungkapkan, bahwa belum lama ini dirinya telah bertemu langsung dengan Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu di Pendopo Bupati untuk menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat pengguna gas bersubsidi dimaksud.

Dalam pertemuannya itu, ungkap Robinson Bupati Dairi berjanji akan secepatnya menyelesaikan permasalahan gas bersubsidi di Kabupaten Dairi dan akan mengundang PT. Pertamina Region I Medan dan pihak agen PT MKG yang selama ini terkesan suka-suka, hingga harga gas di wilayah Kabupaten Dairi tidak sesuai dengan harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Robinson menegaskan, sebelum harga gas bersubsidi LPG 3 kg di Kabupaten Dairi ini belum terkendali dan sesuai HET, pihaknya akan terus dan terus berteriak memperjuangkan hak masyarakat kurang mampu.

Pantauan wartawan, harga gas LPG 3 kg di Kabupaten Dairi telah melebihi HET dan dipasaran saat ini harga gas melon tersebut mencapai Rp. 25.000 bahkan lebih.

Reporter : Junitha Sihombing

Editor : Fajar Gunawan

Sahabat Marhaen

Read Previous

GP Ansor Dairi Berbagi Paket Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Read Next

Menggunakan Dana Pribadi, Bupati Dairi Berikan Sembako Kepada Warga Penyandang Disabilitas dan Cacat Fisik

error: Content is protected !!