Ketua TP PKK Dairi : Pola Asuh Anak dan Remaja Sangat Penting Dilakukan Orangtua Sejak Dini

Ketua TP PKK Dairi memberikan pengarahan pada kegiatan sosialisasi.

Sahabatmarhaen.com-Sidikalang

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi, Romy Mariani Eddy Berutu sebagai narasumber dalam kegaiatan sosialisasi ‘Pola Asuh Anak dan Remaja’ yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi pada, Senin (22/6/2020). Bertempat di Kantor Camat Sidikalang, Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang.

Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data pada tahun 2018 terdapat sebanyak 261 juta jiwa, dari jumlah data tersebut, dikatakannya terdapat sebanyak 80 juta jiwa anak anak yang usianya dibawah 18 tahun.

Pada tahun 2045 mendatang Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yang dalam artian anak anak yang usianya dibawah 18 tahun generasi yang sekarang akan menjadi generasi penerus bangsa dalam melanjutkan pembangunan di Idonesia khususnya di Kabupaten Dairi.

“Kita menggantungkan harapan hidup kita kepada anak anak yang sekarang usianya 0-18 tahun di tahunn 2045 nanti. Ini perlu kita pahami mengapa penting bagi para orang tua melakukan pola asuh anak dan remaja sejak saat ini. Salah asuh, maka hancur negara kita ini,”kata Romy.

Untuk itu para orang tua harus menyemangati diri mereka dan meyakinkan diri, bahwa mereka mampu untuk melakukan pola asuh anak. Disebutkannya, bahwa di tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara layak anak (Idola) dan seluruh daerah harus terlibat untuk mendukung program tersebut, tanpa terkecuali di Kabupaten Dairi yang juga akan menuju Kabupaten Layak Anak.

Kriteria yang harus dilakukan untuk dapat menjadi kabupaten layak anak menurutnya harus memenuhi 5 klaster hak anak, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, perlindungan khusus.

“Di klaster hak sipil dan kebebasan misalnya, anak-anak harus tercatat dan terdaftar di Kartu Keluarga (KK) dan berhak atas Akte Lahir. Sementara di klaster perlindungan khusus, anak anak tidak ada lagi yang mengalami kekerasan bahkan hingga human traficking atau penjualan anak,” sebut Romy.

Di klaster perlindungan khusus, anak anak yang disabilitas berkebutuhan khusus juga harus menjadi perhatian penting oleh pemerintah, karena anak disabilitas sekalipun layak dan memiliki hak untuk hidup bahagia. Terkait dengan pola asuh anak Romy mengatakan, orang tua harus menjadi pengasuh pertama dan utama bagi masing masing anaknya.

Pola asuh anak dikatakannya, suatu proses yang ditujukan untuk mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, mental, intelektual dan finansial anak sejak bayi hingga dewasa.

“Pola asuh anak memiliki konsekuensi yang membawa kepada karakter atau kepribadian anak kita dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Pola asuh anak terdapat 3 bagian, yakni Pola Asuh Permisif dimana orang tua memberi kebebasan seluas-luasnya kepada anak untuk berbuat, Pola Asuh Otoriter, yakni pola asuh yang diterapkannya aturan super ketat yang mana anak harus dan wajib mengikuti segala keinginan orang tua, Pola Asuh Autoratif merupakan gabungan dua pola asuh otoriter dan permisif yang mana hubungan antara anak dan orang tua terjalin positif.

“Kita menginginkan anak yang kreatif, pola sosialisasinya bagus sehingga pola asuh anak ini perlu diterapkan mulai sejak dini,” ungkapnya.

Ditambahkan Romy, untuk kabupaten layak anak kepada dinas terkait agar tetap memperhatikan kriteria yang telah ditetapkan dengan baik dan selalu menjalin kerjasama yang baik dengan pihak terkait, dalam hal ini Komisi Nasional Anti Kekerasan (Komnas) Perempuan Indonesia.

Hadir dalam sosialisai tersebut, Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi, Camat Sidikalang Robot Simanullang dan narasumber dari Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan (Komnas) Perempuan Indonesia Veryanto Sitohang.

Reporter : Junitha Sihombing

Editor : Fajar Gunawan

 

Sahabat Marhaen

Read Previous

Bupati Dairi Salurkan Bantuan Sembako Kepada 216 THL RSUD Sidikalang

Read Next

Pemkab Dairi Kembali Terima Opini WTP Untuk Keenam Kalinya

error: Content is protected !!