Pilkada Asahan, Masyarakat Disuguhkan Diantara Dua Pilihan

Aktivis Mahasiswa Asahan, Febri Ikhsanul Siregar.

Sahabatmarhaen.com-Asahan

Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, 23 di antaranya akan turut serta dalam pesta demokrasi tingkat daerah tahun 2020 mendatang. Pilkada serentak 2020 merupakan Pilkada serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan Desember 2015.

Salahsatunya adalah Kabupaten Asahan,  yang terdaftar akan melaksanakan pilkada serentak tahap IV. Tercatat sejak tahun 2005, ini adalah kali keempat nya Kabupaten Asahan melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan ini. Tentunya masyarakat sudah lebih dewasa dan lebih matang dalam memilih seorang pemimpin.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aktivis Mahasiswa Asahan, Febri Ikhsanul Siregar. “Dalam kontestasi pilkada 2020 ini. Diharapkan para calon kepala daerah terkhusus kabupaten Asahan, harus lebih serius dalam merancang strategi untuk menarik perhatian masyarakat. Karena masyarakat Asahan sudah lebih dewasa dalam menentukan pilihan, tak sekedar mengandalkan figur namun gagasan dan visi misi setiap paslon juga sangat penting untuk ditinjau”.

Beberapa bulan menjelang kontestasi pilkada ini, sudah sampai pada tahap yang serius, beberapa paslon yang digadang gadang akan bertarung pun semakin mengerucut. Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah mengantongi rekomendasi partai yakni; H Surya BSc – Taufik Zainal Abidin serta Rosmansyah STP – Winda Fitrika.

“Dari kedua pasangan calon tersebut jika dihadapkan, maka masyarakat Asahan akan disuguhkan antara dua pilihan yang jelas berbeda. Mulai dari latar belakang, visi misi, track record, hingga terobosan dan gagasan yang akan dimunculkan oleh setiap paslon. Saya yakin masyarakat Asahan pasti sudah dewasa dalam menentukan pilihan dan tidak cepat tergiur dengan tawaran angka yang bersifat sementara,” kata Febri  Rabu (19/8/2020).

Demi terwujudnya  Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri. “Dan pesan saya pribadi kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Asahan, agar lebih matang dalam memilih pemimpin untuk Kabupaten kita tercinta ini. Pilihlah seorang pemimpin yang sudah berpengalaman dan jelas track recordnya, bukan yang hanya sekedar coba-coba,” ujarnya.

“Analoginya seperti ini, ketika sedang sakit gigi maka saya akan berobat ke dokter gigi yang berpengalaman dan menguasai bidangnya bukan kepada orang yang belum profesional. Bisa rusak gigi saya”, tambah Seorang Mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tersebut.

“Begitu juga dengan Pilkada Serentak 2020 ini, dalam memilih seorang pemimpin hendaknya kita lebih jeli dalam memperhatikan setiap pasangan calon Bupati dan Wakil B upati. Serahkan lah khidmat tersebut kepada sosok yang benar-benar berpengalaman, mempunyai track record yang jelas dan menguasai bidangnya . Bukan kepada yang hanya sekedar coba-coba dan belum jelas track record nya,” ungkapnya. ™

Sahabat Marhaen

Read Previous

Kabupaten Dairi Raih Piagam Sebagai Kabupaten Terbaik I Se-Sumut Persentase Capaian Akseptor MKJP

Read Next

Kapolres Dairi Pimpin Sertijab Kasat dan Kabag

error: Content is protected !!