BPJS Kesehatan Dairi Beri Keringanan Pembayaran Tunggakan JKN

Sosilisasi Relaksasi Tunggakan JKN

Sahabatmarhaen.com-DAIRI

BPJS Kesehatan Dairi melaksanakan sosialisasi program keringanan pembayaran tunggakan JKN (Relaksasi Tunggakan) dengan mengundang kader BPJS Kesehatan dan Insan pers. Bertempat di Ofal Cafe, Jalan Pahlawan Panji Sibura-bura, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (23/9/2020).

Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Dairi, Radiah Nazmah Sari dan Staff Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe, Cut Syaila.

Cut Syaila dalam paparannya mengatakan, program keringanan relaksasi tunggakan pembayaran iuran sesuai Perpres nomor 64 Tahun 2020. Bertujuan memberikan keringanan finansial bagi peserta dalam masa pandemi Covid-19, meningkatkan peluang untuk keaktifan peserta dan meningkatkan potensi penerimaan iuran.

Program relaksasi ini diperuntukan bagi peserta JKN Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) yang memiliki tunggakan lebih 6 bulan.

Melalui program relaksasi, bagi peserta yang mengalami tunggakan iuran dan terasa berat untuk membayar tunggakan sekaligus dapat mengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan.

“Untuk itu BPJS Kesehatan memberi keringanan finansial  bagi peserta dengan cara, cukup membayar 6 bulan plus satu bulan berjalan (7 bulan) maka kartunya langsung aktif untuk digunakan pelayanan kesehatan. Dengan catatan sisa iuran yang masih tertunggak dicicil mulai Januari sampai Desember 2021,” sebut Cut Syaila.

Lebih lanjut dijelaskannya, relaksasi tunggakan diberikan sampai dengan Desember 2020 dan sisa tunggakannya harus dilunasi paling lambat sampai dengan Desember 2021. Untuk besaran tunggakan yang dibayarkan paling sedikit 6 bulan tunggakan dan untuk aktivasi peserta ditambahkan pembayaran iuran bulan berjalan.

Peserta dapat melunasi seluruh sisa tunggakan atau mengikuti program cicilan setelah mengikuti program relaksasi tunggakan dan telah membayarkan tunggakan.

Apabila sampai akhir bulan tidak dilakukan pembayaran, maka program keringanan pembayaran tunggakan JKN batal secara otomatis dan seluruh tunggakan akan ditagihkan pada bulan berikutnya. Peserta yang sudah mengajukan relaksasi tunggakan dapat dapat mengajukan kembali program relaksasi tunggakan selama tahun 2020.

‘Apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap di FKRTL yang diperolehnya sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan (INA CBG’s awal) untuk setiap bulan tertunggak (Max 12 bulan tunggakan dengan max nilai denda 30 juta),” terang Cut Syaila.

Sementara Radiah Nazmah Sari menyampaikan, tunggakan peserta BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri di Kabupaten Dairi mencapai 13 miliar, sehingga ada kebijakan BPJS Kesehatan pusat melakukan relaksasi tunggakan.

Dalam hal ini pemerintah memberikan solusi bagi peserta yang menunggak iuran boleh hanya membayar tunggakan 6 bulan plus satu bulan berjalan untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan.

“Namun, sisanya bukan dihentikan dan itu tetap harus dibayar dengan cara cicilan. Itulah inti dari program sosialisasi relaksasi tunggakan ini,” kata Radiah.

Disebutkan Radiah untuk peserta BPJS di Kabupaten Dairi terhitung bulan Agustus sebanyak 227.758 orang. Untuk  yang menunggak iuran sebanyak 25.318 orang dan itu semua merupakan peserta BPJS mandiri,” terangnya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini pihak BPJS berharap para peserta bisa menyebar luaskan informasi kepada masyarakat luas terutama yang memiliki tunggakan, tetapi ingin menggunakan kembali kartu BPJS Kesehatannya melalui program relaksasi. (fjr)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Sidikalang Futsal Lovers Sukseskan Turnamen Fun Futsal Cup 2020

Read Next

Bupati Dairi : Puspaga Perwujudan Program Three Ends

error: Content is protected !!