Warga Dairi Hadiri Sidang Sengketa dengan PT DPM di PTUN Jakarta

Sahabatmarhaen.com-Dairi. Warga Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, hadiri sidang banding sengketa informasi publik tentang kontrak karya PT DPM (Dairi Prima Mineral) yang digelar di PTUN Jakarta, Kamis (19/5/2022) lalu.

Sidang dengan agenda pengajuan bukti surat tertulis dari pihak, baik pemohon keberatan maupun termohon keberatan, juga dihadiri warga perantau asal Dairi di Jakarta dan Sekretariat Bersama Tolak Tambang, seperti YDPK, Bakumsu, Petrasa, Jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumatera Utara (JAMSU), Jatam, JKLPK dan Jaringan lembaga pelayanan kristen untuk memberi dukungan.

“Warga Desa Bongkaras yang hadir menggunakan pakaian adat batak, sebagai bentuk kecintaannya dan kebanggan terhadap kampung halamannya yang sudah menghidupi mereka dari generasi ke generasi,” kata Rohani Manalu dari YDPK, Senin (23/5/2022).

Menurut Rohani, dalam sidang itu Kementerian ESDM selaku pemohon keberatan mengajukan sebanyak 25 bukti surat dan disahkan oleh majelis hakim.

Sedangkan termohon Keberatan dalam hal ini, Serly Siahaan warga Dairi mengajukan bukti tambahan sebanyak 2 bukti, yaitu surat yang diterbitkan Komisi Informasi Pusat Nomor: 206/KIP/IV/2022, Hal: Tanggapan Permohonan Keterangan, Tertanggal 18 April 2022, serta surat yang diterbitkan 2 (dua) bukti tambahan dari termohon keberatan telah disahkan majelis hakim.

“Dua bukti ini merupakan bukti tambahan dari termohon keberatan, karena sebelumnya termohon keberatan telah mengajukan lima bukti pada waktu termohon keberatan mengajukan jawaban atas permohonan keberatan dari Kementerian ESDM terhadap nomor 039/VIII/KIP-PS-A/2019 tanggal 20 januari 2022,” sebut Rohani.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa, 24 Mei 2022 dengan agenda sidang pemeriksaan bukti- bukti surat yang dikecualikan dari pemohon keberatan.

Perlu diketahui, Desa Bongkaras merupakan salah satu desa yang terdampak akibat aktivitas PT DPM di masa eksplorasi pada tahun 2012 yang lalu. Dimana sungai dan beberapa kolam ikan mas milik warga tercemar limbah ketika itu, saat PT DPM melakukan pengeboran di bawah kaki gunung perbukitan sikalombun Desa Bongkaras.

Puluhan ikan mas tewas seketika itu dan sungai mereka tidak dapat digunakan dan dikomsumsi selama tiga hari berturut-turut. Tak hanya, kebocoran limbah, pada Desember tahun 2018 yang lalu, desa ini di terjang oleh banjir bandang yang menewaskan 6 warga desa, dan dua orang korban sampai hari ini belum ditemukan.

“Puluhan hektar sawah luluh lantak dan sampai hari ini tidak dapat digunakan kembali oleh warga untuk bertanam padi,” terang Rohani.(TM)

Sahabat Marhaen

Read Previous

Polres Dairi Bakti Sosial Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung 

Read Next

Ini Kiat Dilakukan Bakir Pasaman, Wujudkan Prestasi Pupuk Indonesia

error: Content is protected !!